
SEJARAH
Nama atau istilah pasar bawah sepintas hanya menunjukkan tempat dimana terdapat pusat keramaian yang berada di suatu pasar yang letaknya ada di tanah sebelah bawah suatu wilayah kota. Semenjak pusat keramaian ini menempati fasilitas gedung baru yang diresmikan pemakaiannya pada tahun 2006 maka pasar ini menyandang julukan baru yaitu “ PUSAT WISATA BELANNJA PEKANBARU ”. Komplek perniagaan yang popular dengan nama Pasar barun ini merupakan pusat aktifitas perekonomian yang sudah lama berlangsung yang usianya mencapai ratusan tahun. Kawasan ini memang berada di daerah / tanah yang relative lebih rendah dan sangat dekat dengan sungai besar yang ada di Pekan baru yang disebut sebagai Sungai Siak. Disinilah cikal bakal kota yang sekarang dikenal sebagai kota Pekanbaru pertama-tama dirintis dan dikembangkan. Konon disekitar kawasan ini para petinggi kerajaan Siak Sri Indrapura sering berlabuh atau sejenak beristirahat ketika sedang menjalankan misi-misinya. Jarak pasar kurang lebih 100 meter dari bibir sungai Siak. Tiang-tiang kapal yang sedang melakukan aktifitas bongkar muat barang tidak sulit dilihat dari pasar bawah ini.
Jejak sejarah tempat ini setidaknya ditunjukkan oleh keberadaan bangunan masjid dengan mode arsitektur tua tetapi sampai kini masih berdiri sangat kokoh dan terawat. Masjid ini bernama Masjid Raya Pekanbaru, merupakan bangunan sarana peribadatan pertama dan tertua yang ada yang mampu menandai kejayaan sejarah yang dapat kita saksikan sampai kini. Tak jauh dari masjid ini terdapat komplek makam yang masih tampak keagungannya yang konon ini merupakan makam cikal-bakal pendiri kota pekanbaru beserta para pengikutnya.
Nama atau istilah pasar bawah sepintas hanya menunjukkan tempat dimana terdapat pusat keramaian yang berada di suatu pasar yang letaknya ada di tanah sebelah bawah suatu wilayah kota. Semenjak pusat keramaian ini menempati fasilitas gedung baru yang diresmikan pemakaiannya pada tahun 2006 maka pasar ini menyandang julukan baru yaitu “ PUSAT WISATA BELANNJA PEKANBARU ”. Komplek perniagaan yang popular dengan nama Pasar barun ini merupakan pusat aktifitas perekonomian yang sudah lama berlangsung yang usianya mencapai ratusan tahun. Kawasan ini memang berada di daerah / tanah yang relative lebih rendah dan sangat dekat dengan sungai besar yang ada di Pekan baru yang disebut sebagai Sungai Siak. Disinilah cikal bakal kota yang sekarang dikenal sebagai kota Pekanbaru pertama-tama dirintis dan dikembangkan. Konon disekitar kawasan ini para petinggi kerajaan Siak Sri Indrapura sering berlabuh atau sejenak beristirahat ketika sedang menjalankan misi-misinya. Jarak pasar kurang lebih 100 meter dari bibir sungai Siak. Tiang-tiang kapal yang sedang melakukan aktifitas bongkar muat barang tidak sulit dilihat dari pasar bawah ini.
Jejak sejarah tempat ini setidaknya ditunjukkan oleh keberadaan bangunan masjid dengan mode arsitektur tua tetapi sampai kini masih berdiri sangat kokoh dan terawat. Masjid ini bernama Masjid Raya Pekanbaru, merupakan bangunan sarana peribadatan pertama dan tertua yang ada yang mampu menandai kejayaan sejarah yang dapat kita saksikan sampai kini. Tak jauh dari masjid ini terdapat komplek makam yang masih tampak keagungannya yang konon ini merupakan makam cikal-bakal pendiri kota pekanbaru beserta para pengikutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar